
Satu cup coklat panas 7/11 yang kububuhi sedikit perasa Tiramisu.. sebagai penambah rasa malam ini bersama Mei dan Hana menatap kemacetan sepanjang Matraman... srufuuut... aah nikmat sekali
ich liebe sehr Schokolade.. coklat dalam bentuk dan varian apapun sangat saya gemari, kecuali dalam warna.
Malam ini kami bertiga berbincang-bincang santai mengenai banyak hal "tidak penting", dari Trip-trip perjalanan yang telah kami lalui dan yang ingin kami lalui.. keinginan Mei dan Hana untuk menghabiskan akhir pekan dengan kemping ceria, hanya senang-senang dan bersenang-senang,, namun pada akhirnya kami terperosok ke dalama cerita mengenai "penampakan-penampakan" serta cerita yang beredar mengenai pulau atau tempat yang menarik untuk sekedar kami memasang tenda hanya semalam... hmm.. hingga akhirnya si Mei pun berteriak,, "soooo dimana donk kita kempingnya?" hahahaha..
Tanpa ada jawaban yang jelas atas pertanyaannya, cerita pun beralih menjadi soal Motor dan tunggangan kami... betapa ku kesalnya dengan Catty yang akhir-akhir ini merongsong kantungku terlalu dalam, dan aku benar-benar kapok untuk memakai matic bila suatu saat nanti aku bisa mengganti Catty.. beli mungkin murah, tapi perawatannya sungguh tidak murah.. hmm apakah hanya karena aku yang terlalu urakan atau memang segitu rapuhnya mereka..
Motor-motor besar selalu membuat aku terpesona, soal kecepatan maupun kegagahannya.. Andai ada CBR, Kawasaki Ninja, Scorpio atau sejenisnya yang berukuran S... dengan puasnya Hana dan Mei mentertawakan mimpiku... huaaaah.... dan dengan polosnya menawariku motor-motoran "besar" edisi anak-anak... hadeeeuuuh...
lebih dari dua jam perbincangan kami hanya seputar trip dan motor.. hingga dengan bawelnya Mei berkata, " buseet dah perempuan yang diomongin motor dan trip doang!",, " laah,,, mau bicara apalagi?.. cinta? hueeeks" ujarku dengan memasang muka geli ingin muntah
kontan kami tertawa gaduh...
cinta oh cinta... bukan kami anti cinta dan seluk beluknya,, tapi cinta buat kami saat ini seperti masalah yang belum terlihat jalan keluar dan solusinya.. hanya kata-kata yang membuat kami jadi tokoh-tokoh mellow atau jadi tokoh antagonis yang seolah-olah meyalahkan semua mendung karena cinta..hehehe.. biarlah cinta indah dengan dirasa bukan diumbar lewat kata-kata labirin tak berujung.
kuseruput lagi cokelatku yang mulai mendingin.. cokelat dan cinta bagiku punya hubungan yang cukup dekat.
secara umum, cokelat seringkali disimbolkan sebagai ikon cinta,, hingga di hari valentine, cokelat laku bak kacang goreng atau brondong di bioskop.. tradisi kebarat-baratan yang sangat aneh dan tidak berkenan di otak maupun hatiku..
coklat mempunyai makna dan kegunaan yang berbeda untukku..
dikala kepalaku mulai tegang, sebatang atau dua batang coklat bisa jadi teman yang baik.. dikala perut bisa sangat lapar dikala ngetrip dicuaca dingin, sebatang coklat bisa jadi pengganjal yang sangat bermanfaat, dan dikala keruwetan dan kedinginan di hati, coklat panas pun bisa melumerkannya.
Secangkir Coklat Panas... coklat panas tidak hanya nikmat di lidah tapi bisa juga nikmat di hati..
kami berdua penggemar coklat.. hingga secangkir coklat panas beserta donat-donat coklat yang nikmat ludes tak tersisa.. mengiringi pemaran fotoku dirinjani berapa minggu sebelumnya.
Ditempat yang sama dan menu yang sama namun dengan orang yang berbeda... secangkir coklat panas bersama Mr. R di awal tahun 2010..
namun kali ini ceritanya sungguh berbeda.. tak ada cerita - cerita hangat namun hanya perut yang terlalu hangat dan penuh karena aku sibuk menghabiskan semua yang kupesan untukku dan untuknya karena dia tidak menyukai coklat... hahaha.. ingin ku tertawa kala ku mengenang itu.. mungkin ini awal mengapa dirinya tak pernah bisa membuat hatiku merasa hangat bila bersamanya (aalaaaah lebaaai)
apapun kisah yang mengiringi secangkir coklat hangatku,, aku tetap menyukainya.. coklat sedikit pahit karena hanya dibubuhi sedikit gula...
0 komentar:
Posting Komentar