Selasa, 06 September 2011

ketika keberanian menjadi momok

secangkir capucino menemaniku saat ini... menahan kantuk dan lelah sisa perjalanan beberapa hari kemarin.. 31 Agustus memulai perjalanan dengan kertajaya dari st.senin dan diakhiri dengan kereta yang sama pagi tadi di st. Jatinegara, mengejar jam kantor agar tidak hilang lagi jatah transportku ^_^

rasa pahit-pahit nikmat yang mebuatku selalu merindukannya,, capucinoku membawaku kembali mengenang seminggu terakhir, dari awal hingga titik terakhir ku bertemu kembali dengannya..

ku akui,, perasaanku kepadanya hanya sebuah pelarian awalnya.. pelarian dari rasa sakit yang tak jua kunjung benar-benar sembuh.. tapi tak kutampik kalau aku benar-benar menyukainya.. walau tak berani kata cinta sebagai ungkapannya, karena cinta itu terlalu abstrak dan tak pernah sungguh-sungguh ku mengerti.. yang jelas aku selalu merasa senang kalau bisa berbicara dengannya.. aah apalagi bila dia ada didekatku... membuatku salting tak karuan..

setahun sudah kami hampir tak bertemu muka.. kesibukannya menguncinya dari segala aktivitas yang biasa kami lakukan bersama.. hanya bisa mendoakannya dari kejauhan kalau kesibukannya akan memberinya hasil yang memuaskan... seperti capucino yang sedang kunikmati.. pahit namun nikmat..

walau kutahu rasa ini ini sudah mulai menggerogoti hatiku sedikit demi sedikit,, tapi sungguh tak berani ku berharap dia akan ada disana selamanya.. walau kadang ditengah kegalauan kuminta pada Sang Pemilik Hati untuk membalikkan hatinya,, supaya rasa ini tak menjadi rasaku saja.. tapi pada akhirnya aku pasrah atas segala ketentuanNya.. tak lagi kuminta dirinya, selain kesehatan dan kebahagiaannya.

seminggu yang lalu,, jantung ini ada yang berdetak lebih kencang dari biasanya, begitu kulihat cengirannya diantara kawan-kawanku yang lain.. untung saja kulit cokelatku meyamarkan rona merah yang mungkin muncul. setelah selama ini kupikir rasa ini hanya rasa yang akan segera berlalu, ternyata aku salah.. wajahnya masih bisa membuatku tersenyum.

rasa ini sesungguhnya ingin menjadi rahasiaku saja,, hanya ingin kunimati sendiri dan tak ingin berbagi.. seperti yang kulakukan dengan capucinoku siang ini.. membuat hati-hatiku menjadi bunga tanpa perlu orang mencium aromanya.. aah,, tapi rupanya lisanku berkhianat.. dengan bodohnya bercerita dengan kawan yang pada akhirnya menjadi ember bocor yang airnya tumpah kemana-kemana,, yang pada akhirnya membuat rasa ini menjadi murahan seprti melodrama di televisi..

kisah yang terjadi tahun lalu justru diputar-putar tahun ini, segala macam versi sesuai dengan penceritanya, membuat hati yang mulai kupagar tinggi-tinggi kembali merapuh dan membiru.. adegan demi adegen kembali berputar bagai potongan-potongan film pendek..

adegan-adegan yang ingin kulupa justru jelas terputar,, aah andai ada tip-ex yang mampu menutupinya dengan sempurna..

rasa sesal dan malu sering timbul dan tenggelam ketika mengingat pengakuanku padanya beberapa bulan yang lalu...

adakah yang salah ketika aku ingin jujur dan berani mengungkapkan rasaku?..

bukankah aku tak pernah menuntut hatimu untuk menjadi milikku?..

pagi itu di kertajaya, kurekam wajahnya dalam ingatanku.. dan kupastikan tak ada sesal dan kehilangan walau dia tak pernah menjadi bagian penting dalam diriku.. tak akan pernah ada!!!

aah... kembali kusesapi capucinoku yang mulai mendingin...

biarlah mereka menilaiku,, dan aku akan tetap menjadi diriku.. bukankah hidup tak selalu harus berasa manis... kopi sja nikmat walau berasa pahit.. hohoho.. SEMANGAT!!!

0 komentar:

Posting Komentar