Kamis, 15 September 2011

Kopi untuk Diabetes Wanita


Minum empat cangkir kopi setiap hari diketahui akan menurunkan risiko seorang wanita menderita diabetes melitus hingga setengahnya. Meski begitu belum diketahui dengan jelas zat aktif apa yang berperan dalam mekanisme tersebut.

Kaitan antara kopi dengan penurunan risiko diabetes sebenarnya sudah lama diketahui para ilmuwan. Salah satunya adalah studi tahun 2004 yang dimuat dalam jurnal Diabetes Care. Disebutkan bahwa kafein tidak berbahaya untuk diabetesi karena menghalangi pemecahan glukosa.

Studi tahun 2006 terhadap 28.812 wanita menemukan wanita yang minum 6 cangkir kopi dekafein memiliki risiko diabetes 22 persen lebih rendah dibanding yang bukan peminum kopi.

Dalam sebuah penelitian terungkap bahwa kopi akan meningkatkan kadar hormon seks pengikat globulin dalam darah (sex hormone binding globulin/SHBG). Kadar SHBG yang tinggi diketahui akan menurunkan risiko diabetes melitus.

Penelitian teranyar yang dilakukan tim dari Universitas California, Los Angeles dan membandingkan riwayat medis dan kebiasaan minum kopi 359 wanita penderita diabetes dan 359 wanita sehat selama 10 tahun.

Ternyata wanita yang minum empat cangkir kopi setiap hari memiliki level SHBG lebih tinggi dan risikonya untuk menjadi diabetesi turun hingga 56 persen dibanding yang tidak minum kopi.

----

Copas dari : http://female.kompas.com/read/2011/08/15/1553299/Kopi.Kurangi.Risiko.Diabetes.pada.Wanita


Selasa, 13 September 2011

Penghangat hati


Satu cup coklat panas 7/11 yang kububuhi sedikit perasa Tiramisu.. sebagai penambah rasa malam ini bersama Mei dan Hana menatap kemacetan sepanjang Matraman... srufuuut... aah nikmat sekali

ich liebe sehr Schokolade.. coklat dalam bentuk dan varian apapun sangat saya gemari, kecuali dalam warna.

Malam ini kami bertiga berbincang-bincang santai mengenai banyak hal "tidak penting", dari Trip-trip perjalanan yang telah kami lalui dan yang ingin kami lalui.. keinginan Mei dan Hana untuk menghabiskan akhir pekan dengan kemping ceria, hanya senang-senang dan bersenang-senang,, namun pada akhirnya kami terperosok ke dalama cerita mengenai "penampakan-penampakan" serta cerita yang beredar mengenai pulau atau tempat yang menarik untuk sekedar kami memasang tenda hanya semalam... hmm.. hingga akhirnya si Mei pun berteriak,, "soooo dimana donk kita kempingnya?" hahahaha..

Tanpa ada jawaban yang jelas atas pertanyaannya, cerita pun beralih menjadi soal Motor dan tunggangan kami... betapa ku kesalnya dengan Catty yang akhir-akhir ini merongsong kantungku terlalu dalam, dan aku benar-benar kapok untuk memakai matic bila suatu saat nanti aku bisa mengganti Catty.. beli mungkin murah, tapi perawatannya sungguh tidak murah.. hmm apakah hanya karena aku yang terlalu urakan atau memang segitu rapuhnya mereka..

Motor-motor besar selalu membuat aku terpesona, soal kecepatan maupun kegagahannya.. Andai ada CBR, Kawasaki Ninja, Scorpio atau sejenisnya yang berukuran S... dengan puasnya Hana dan Mei mentertawakan mimpiku... huaaaah.... dan dengan polosnya menawariku motor-motoran "besar" edisi anak-anak... hadeeeuuuh...

lebih dari dua jam perbincangan kami hanya seputar trip dan motor.. hingga dengan bawelnya Mei berkata, " buseet dah perempuan yang diomongin motor dan trip doang!",, " laah,,, mau bicara apalagi?.. cinta? hueeeks" ujarku dengan memasang muka geli ingin muntah
kontan kami tertawa gaduh...

cinta oh cinta... bukan kami anti cinta dan seluk beluknya,, tapi cinta buat kami saat ini seperti masalah yang belum terlihat jalan keluar dan solusinya.. hanya kata-kata yang membuat kami jadi tokoh-tokoh mellow atau jadi tokoh antagonis yang seolah-olah meyalahkan semua mendung karena cinta..hehehe.. biarlah cinta indah dengan dirasa bukan diumbar lewat kata-kata labirin tak berujung.

kuseruput lagi cokelatku yang mulai mendingin.. cokelat dan cinta bagiku punya hubungan yang cukup dekat.

secara umum, cokelat seringkali disimbolkan sebagai ikon cinta,, hingga di hari valentine, cokelat laku bak kacang goreng atau brondong di bioskop.. tradisi kebarat-baratan yang sangat aneh dan tidak berkenan di otak maupun hatiku..

coklat mempunyai makna dan kegunaan yang berbeda untukku..

dikala kepalaku mulai tegang, sebatang atau dua batang coklat bisa jadi teman yang baik.. dikala perut bisa sangat lapar dikala ngetrip dicuaca dingin, sebatang coklat bisa jadi pengganjal yang sangat bermanfaat, dan dikala keruwetan dan kedinginan di hati, coklat panas pun bisa melumerkannya.

Secangkir Coklat Panas... coklat panas tidak hanya nikmat di lidah tapi bisa juga nikmat di hati..

Coklat panas menemaniku dan Mr.D hari itu dibulan Oktober 2009.. satu hari sebelum kami memutuskan untuk berpisah kedua kalinya.. tanpa pirasat apapun hanya perasaan hangat setelah sekian lama tak berjumpa..

kami berdua penggemar coklat.. hingga secangkir coklat panas beserta donat-donat coklat yang nikmat ludes tak tersisa.. mengiringi pemaran fotoku dirinjani berapa minggu sebelumnya.

Ditempat yang sama dan menu yang sama namun dengan orang yang berbeda... secangkir coklat panas bersama Mr. R di awal tahun 2010..

namun kali ini ceritanya sungguh berbeda.. tak ada cerita - cerita hangat namun hanya perut yang terlalu hangat dan penuh karena aku sibuk menghabiskan semua yang kupesan untukku dan untuknya karena dia tidak menyukai coklat... hahaha.. ingin ku tertawa kala ku mengenang itu.. mungkin ini awal mengapa dirinya tak pernah bisa membuat hatiku merasa hangat bila bersamanya (aalaaaah lebaaai)

apapun kisah yang mengiringi secangkir coklat hangatku,, aku tetap menyukainya.. coklat sedikit pahit karena hanya dibubuhi sedikit gula...

ada atau tidak adanya cinta,, coklat akan menjadi penghangat untukku baik diperut mapun di hati...

Selasa, 06 September 2011

ketika keberanian menjadi momok

secangkir capucino menemaniku saat ini... menahan kantuk dan lelah sisa perjalanan beberapa hari kemarin.. 31 Agustus memulai perjalanan dengan kertajaya dari st.senin dan diakhiri dengan kereta yang sama pagi tadi di st. Jatinegara, mengejar jam kantor agar tidak hilang lagi jatah transportku ^_^

rasa pahit-pahit nikmat yang mebuatku selalu merindukannya,, capucinoku membawaku kembali mengenang seminggu terakhir, dari awal hingga titik terakhir ku bertemu kembali dengannya..

ku akui,, perasaanku kepadanya hanya sebuah pelarian awalnya.. pelarian dari rasa sakit yang tak jua kunjung benar-benar sembuh.. tapi tak kutampik kalau aku benar-benar menyukainya.. walau tak berani kata cinta sebagai ungkapannya, karena cinta itu terlalu abstrak dan tak pernah sungguh-sungguh ku mengerti.. yang jelas aku selalu merasa senang kalau bisa berbicara dengannya.. aah apalagi bila dia ada didekatku... membuatku salting tak karuan..

setahun sudah kami hampir tak bertemu muka.. kesibukannya menguncinya dari segala aktivitas yang biasa kami lakukan bersama.. hanya bisa mendoakannya dari kejauhan kalau kesibukannya akan memberinya hasil yang memuaskan... seperti capucino yang sedang kunikmati.. pahit namun nikmat..

walau kutahu rasa ini ini sudah mulai menggerogoti hatiku sedikit demi sedikit,, tapi sungguh tak berani ku berharap dia akan ada disana selamanya.. walau kadang ditengah kegalauan kuminta pada Sang Pemilik Hati untuk membalikkan hatinya,, supaya rasa ini tak menjadi rasaku saja.. tapi pada akhirnya aku pasrah atas segala ketentuanNya.. tak lagi kuminta dirinya, selain kesehatan dan kebahagiaannya.

seminggu yang lalu,, jantung ini ada yang berdetak lebih kencang dari biasanya, begitu kulihat cengirannya diantara kawan-kawanku yang lain.. untung saja kulit cokelatku meyamarkan rona merah yang mungkin muncul. setelah selama ini kupikir rasa ini hanya rasa yang akan segera berlalu, ternyata aku salah.. wajahnya masih bisa membuatku tersenyum.

rasa ini sesungguhnya ingin menjadi rahasiaku saja,, hanya ingin kunimati sendiri dan tak ingin berbagi.. seperti yang kulakukan dengan capucinoku siang ini.. membuat hati-hatiku menjadi bunga tanpa perlu orang mencium aromanya.. aah,, tapi rupanya lisanku berkhianat.. dengan bodohnya bercerita dengan kawan yang pada akhirnya menjadi ember bocor yang airnya tumpah kemana-kemana,, yang pada akhirnya membuat rasa ini menjadi murahan seprti melodrama di televisi..

kisah yang terjadi tahun lalu justru diputar-putar tahun ini, segala macam versi sesuai dengan penceritanya, membuat hati yang mulai kupagar tinggi-tinggi kembali merapuh dan membiru.. adegan demi adegen kembali berputar bagai potongan-potongan film pendek..

adegan-adegan yang ingin kulupa justru jelas terputar,, aah andai ada tip-ex yang mampu menutupinya dengan sempurna..

rasa sesal dan malu sering timbul dan tenggelam ketika mengingat pengakuanku padanya beberapa bulan yang lalu...

adakah yang salah ketika aku ingin jujur dan berani mengungkapkan rasaku?..

bukankah aku tak pernah menuntut hatimu untuk menjadi milikku?..

pagi itu di kertajaya, kurekam wajahnya dalam ingatanku.. dan kupastikan tak ada sesal dan kehilangan walau dia tak pernah menjadi bagian penting dalam diriku.. tak akan pernah ada!!!

aah... kembali kusesapi capucinoku yang mulai mendingin...

biarlah mereka menilaiku,, dan aku akan tetap menjadi diriku.. bukankah hidup tak selalu harus berasa manis... kopi sja nikmat walau berasa pahit.. hohoho.. SEMANGAT!!!