Jumat, 11 Maret 2011

Risiko Stroke Menurun,, Mau?


Ada banyak alasan mengapa kita perlu minum kopi dalam jumlah yang disarankan. Ini karena, dari berbagai penelitian, terlihat bahwa kopi memberikan banyak manfaat kesehatan. Dari mengurangi nyeri saat olahraga, menajamkan otak, mencegah kanker rahim, kanker prostat, kanker hati, hingga melawan kegemukan. Kini, peminum kopi—khususnya kaum perempuan—juga disebut cenderung memiliki risiko stroke yang lebih rendah.

Penelitian terbaru ini diadakan di Swedia, di mana sejumlah perempuan diminta minum sedikitnya secangkir kopi setiap hari. Terlihat mereka cenderung memiliki risiko stroke sebesar 22-25 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang minum kopi kurang dari jumlah tersebut atau tidak sama sekali.

"Peminum kopi pasti senang dengan kabar ini," kata Dr Sharonne N Hayes, ahli kardiologi di Mayo Clinic, Rochester, Minnesota. "Kopi sering dikatakan akan berpengaruh buruk bagi jantung. Padahal, tidak ada studi mengenai kopi yang secara meyakinkan mengatakan bahwa kopi buruk bagi kesehatan. Kalau Anda minum kopi sekarang, Anda mungkin melakukan hal baik, dan tidak akan merugikan," ujarnya.

Meskipun begitu, Hayes dan para dokter lain tidak menyarankan orang yang tak suka minum kopi untuk segera menyeruput kopi. Sebab, studi mereka tidak membuktikan bahwa kopi dapat menurunkan risiko stroke, tetapi bahwa peminum kopi cenderung memiliki risiko stroke yang lebih rendah.

Para peneliti Swedia yang dipimpin oleh Susanna Larsson dari Karolinska Institute di Stockholm mengatakan, dari berbagai studi sebelumnya, konsumsi kopi dan stroke memperlihatkan temuan yang bertentangan. "Belum ada pesan yang konsisten yang dihasilkan," kata Dr Cathy Sila, stroke neurologist di University Hospitals Case Medical Center di Cleveland.
Untuk studi ini, peneliti mengamati kondisi 34.670 perempuan Swedia berusia 49-83 tahun, sekitar 10 tahun. Peneliti lalu mencari informasi, berapa banyak kopi yang dikonsumsi responden, pada awal studi. Kemudian, peneliti mengecek catatan medis untuk mengetahui berapa banyak perempuan yang kemudian mengalami stroke. Terlihat ada 1.680 kasus stroke, termasuk mereka yang minum kopi kurang dari secangkir, atau tidak minum sama sekali.

Peneliti menyesuaikan perbedaan antara kelompok yang memengaruhi risiko stroke, seperti merokok, overweight, tekanan darah tinggi, dan diabetes, dan masih melihat risiko stroke yang lebih rendah pada peminum kopi.
Mengenai hasil penemuannya ini, Larsson mengatakan, manfaat kopi akan dirasakan jika perempuan minum satu atau dua cangkir saja sehari. Tidak lebih.

Kamis, 10 Maret 2011

Wanita dan Kopi


ini Anda tahu mengapa coffee break pada sore hari memang perlu dilakukan. Penelitian terbaru dari Bristol University menunjukkan bahwa secangkir kopi mampu meningkatkan kemampuan otak perempuan dalam situasi yang stres.

Para peneliti menguji 64 pria dan wanita untuk mengetahui pengaruh kopi pada tubuh ketika Anda sudah dalam kondisi stres, khususnya bila dikonsumsi dalam jumlah yang banyak selama meeting. Studi menemukan bahwa kafein ternyata mampu mendongkrak performa kaum perempuan. Namun, pada kaum pria kafein justru bisa melemahkan memori dan memperlambat proses pembuatan keputusan.

"Pada saat meeting, apalagi ketika harus membuat keputusan, kaum pria biasanya mendominasi. Karena kafein itu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia, pengaruhnya secara global pasti mengejutkan," komentar psikolog Dr Lindsay St Claire.

Para partisipan itu sebelumnya dipisahkan dalam dua kelompok sesuai jenis kelaminnya, lalu diberi tugas-tugas. Misalnya, membuat negosiasi, menguji memori, dan bermain puzzle. Separuh dari masing-masing kelompok itu diberi minuman kopi decaf, sedangkan kelompok yang lain mengonsumsi kopi yang biasa.

Nah, dari situ para peneliti menemukan bahwa performa kaum pria dalam uji memori sangat kacau jika mereka mengonsumsi kopi berkafein. Mereka juga membutuhkan rata-rata waktu 20 detik lebih lama untuk menyelesaikan tugas, daripada pria yang minum kopi tanpa kafein. Di lain pihak, perempuan menyelesaikan puzzle 100 detik lebih cepat dengan bantuan secangkir kopi berkafein, demikian seperti dilaporkan Journal of Applied Social Psychology.

Menurut British Coffee Association, orang Inggris rata-rata mengonsumsi 70 juta cangkir kopi dalam sehari. Para pakar meyakini bahwa kopi berpengaruh secara berbeda pada performa kerja pria dan wanita, dikarenakan cara kita merespons stres. Berbagai penelitian sebelumnya mengatakan bahwa kopi mungkin juga membantu melindungi kita dari penyakit Alzheimer, diabetes, kerusakan hati, dan encok.

Sumber :
artikel :